Toshiba Tecra 550CDT

Toshiba Tecra 550CDT

Saat membersihkan kamarnya beberapa saat lalu, kakak saya menemukan sebuah laptop merk Toshiba dengan tipe Tecra 550CDT yang ia beli sekitar 10 tahun yang lalu. Spesifikasi laptop ini sangat ketinggalan jaman, yaitu:

  • Prosesor: Intel Pentium 266 MHz dengan MMX
  • RAM: 48 MB
  • Grafis: S3 Virge 4 MB
  • Hard disk: 6 GB
  • Berat: ~2,9 kg

Laptop uzur ini awalnya menggunakan Windows 98 sebagai sistem operasinya. Saya tertarik untuk mencoba menginstalasikan Linux pada laptop ini untuk menggantikan Windows 98 yang kinerjanya menurut saya kurang bagus.

Saya langsung mencari tahu mengenai distro Linux apa yang paling cocok untuk laptop tersebut. Beberapa pilihan yang populer antara lain: Xubuntu, Puppy Linux, Feather Linux, Damn Small Linux (DSL). Setelah mencaritahu mengenai spesifikasi minimum masing-masing distro tersebut dan membandingkannya dengan laptop ini, hanya Feather Linux dan DSL yang tampaknya bisa dipakai. Pilihan saya akhirnya jatuh pada DSL, karena saya dulu pernah mencoba versi embedded-nya pada Windows, sehingga saya merasa lebih familiar dengan tampilannya.

BIOS jadul ^^

BIOS jadul ^^

Sebelum melakukan instalasi, saya memutuskan untuk mencoba DSL pada laptop ini terlebih dahulu untuk mengetahui kompatibilitasnya dengan berbagai perangkat pada laptop ini. Pada DSL, ternyata (hampir) semua komponen laptop dikenali dan kinerjanya juga tidak terlalu mengecewakan, mengingat spesifikasi laptop ini yang sangat rendah. Saya langsung melakukan instalasi DSL ke dalam hard disk.

Damn Small Linux pada laptop uzur saya

Damn Small Linux pada laptop uzur saya

Tersedia 2 aplikasi browser web, yaitu Firefox dan Dillo. Pada sistem saya, kinerja Firefox sangat lambat dan rakus memory. Untung DSL sudah menyediakan Dillo, browser web yang ringan dan kinerjanya sangat cepat; cocok untuk laptop dengan memory terbatas. Sayangnya, tidak ada kartu jaringan pada laptop ini, jadi saya tidak bisa mencoba berselancar di internet. Untuk menambahkan aplikasi baru, anda tinggal menggunakan MyDSL Extension atau menggunakan apt-get, karena DSL merupakan distro berbasis Debian. Yeah … senang rasanya bisa “menghidupkan” kembali laptop ini … dengan Linux. ^^

Print Friendly

 

Related Posts:

  • No Related Posts