Archive for August 2009

Informasi Perubahan Layanan Internet Telkomsel Flash?

UPDATE: Belum ada konfirmasi resmi dari Telkomsel tentang informasi ini

UPDATE: Tarif dan Paket Telkomsel Flash Baru

Ada seorang pengguna Kaskus yang mengaku menerima e-mail dari PIC korporat Telkomsel untuk perusahaan tempat ia bekerja. Isi e-mail tersebut mengenai informasi perubahan layanan data Telkomsel Flash yang aktif mulai 1 September 2009.

Berikut isi e-mail tersebut: (disadur dari Kaskus)

Sehubungan dengan akan berakhirnya program TELKOMSEL Flash Unlimited eksisting pada 31 Agustus 2009, maka Telkomsel akan melakukan perubahan berikut:

Perubahan Fair Usage paket Telkomsel Flash Unlimited yang berlaku untuk paket reguler maupun installment, sebagai berikut:

Basic >>> Upto 256 kbps >>> Eksisting 2GB >>> Change to 500MB >>> Thottled speed 64 kbps
Advance >>> Upto 512 kbps >>> Eksisting 2GB >>> Change to 1GB >>> Thottled speed 64 kbps
Pro >>> Upto 3.6 Mbps >>> Eksisting 2GB >>> Change to 2GB >>> Thottled speed 128 kbps

Mulai 1 September 2009 paket Telkomsel Flash Unlimited hanya berlaku untuk:

  • Pelanggan Eksisting paket Telkomsel Flash, yaitu pelanggan yang mengaktifkan paket sebelum 1 September 2009.
  • Pelanggan baru terpilih, yaitu pelanggan kartuHALO Priority.

Pelanggan baru di luar kartuHALO Priority yang ingin menikmati paket Telkomsel Flash Unlimited harus memenuhi ketentuan berikut:

  • Membeli Paket Pro dengan kecepatan Up to 3,6 Mbps (memilih paket yang paling mahal)
  • Membeli paket Basic atau Advance dengan syarat berlangganan 2 kartu HALO berikut:
    • Kartu HALO Utama, kartuHALO dengan abonemen Rp 240.000 yaitu Paket iPhone after contract yang memiliki free 180 menit bicara lokal, free 150 SMS dan free Data 500 MB.
    • Kartu HALO Data: Paket Telkomsel Flash Unlimited yang di-inginkan (add contract).

Saya sendiri sudah resmi mengundurkan diri sebagai pengguna Telkomsel Flash sejak minggu lalu, dan kembali ke Telkom Speedy. Bagaimana dengan anda? ^^

Related Posts:

Mengapa Fitur “Install Other OS” Dihapus pada PS3 Slim?

Fitur Install Other OS pada PS3 model lama

Fitur "Install Other OS" pada PS3 model lama

Mungkin ada yang penasaran dengan alasan Sony menghapus fitur “Install Other OS” dari PS3 Slim. Beberapa saat lalu, ada seorang wakil dari Sony yang memberikan respon atas masalah tersebut. Berikut ini kutipannya (dalam bahasa Inggris):

I’m sorry that you are frustrated by the lack of comment specifically regarding the withdrawal of support for OtherOS on the new PS3 slim. The reasons are simple: The PS3 Slim is a major cost reduction involving many changes to hardware components in the PS3 design. In order to offer the OtherOS install, SCE (Sony Computer Entertainment) would need to continue to maintain the OtherOS hypervisor drivers for any significant hardware changes – this costs SCE. One of our key objectives with the new model is to pass on cost savings to the consumer with a lower retail price. Unfortunately in this case the cost of OtherOS install did not fit with the wider objective to offer a lower cost PS3.

Ya, intinya fitur “Install Other OS” dihapus dengan pertimbangan biaya. Nah, dengan dihapusnya fitur “Install Other OS” tersebut, ada pengguna yang kuatir bahwa pada update firmware mendatang fitur tersebut juga mungkin dihilangkan pada PS3 model lama. Namun, tampaknya hal tersebut tidak akan terjadi karena pihak Sony menjamin bahwa para pengguna yang sudah menginstalasikan sistem operasi lain pada PS3 mereka tetap dapat menggunakannya walaupun firmware PS3 mereka di-update pada masa mendatang.

Dengan hadirnya PS3 Slim, harga PS3 model lama juga didiskon. Hal ini merupakan kabar baik bagi anda yang ingin membeli PS3 model lama untuk menginstalasikan Ubuntu. ^^

Related Posts:

Dissidia: Final Fantasy versi USA Dirilis!

Dissidia: Final Fantasy versi USA akhirnya dirilis!

Dissidia: Final Fantasy versi USA akhirnya dirilis!

Kabar baik bagi pengguna CFW pada PSP, Dissidia: Final Fantasy versi USA ini bisa dijalankan dengan baik pada CFW 5.00 M33-6. Pada versi USA ini, terdapat tambahan mode Arcade, kustomisasi karakter, dan beberapa tambahan fitur lainnya. Di samping itu, Square Enix juga menyesuaikan berbagai setting pada game ini, sehingga kini pertarungan terasa lebih seimbang (balance). Saya sendiri mengharapkan ada fitur pilihan suara antara bahasa Inggris dan bahasa Jepang, namun sayangnya fitur tersebut tidak ada. -_-

Arcade: mode baru pada Dissidia: Final Fantasy versi USA

Arcade: mode baru pada Dissidia: Final Fantasy versi USA

Bagi penggemar serial Final Fantasy, saya ucapkan selamat bermain! ^^

Related Posts:

Ear Candy: Mengatasi Konflik Suara antar Aplikasi pada Ubuntu

Ear Candy mampu mengatasi konflik antar aplikasi yang bersuara

Ear Candy mampu mengatasi konflik antar aplikasi yang "bersuara"

Ketika sedang asyik mendengarkan lagu dengan Rhythmbox, tiba-tiba seorang teman anda memberikan sebuah tautan ke sebuah video di YouTube. Setelah anda mengklik tautan tersebut dan video diputar pada Firefox, anda sadar bahwa suara dari Rhythmbox dan video di YouTube tersebut akan bentrok. Anda lalu mengklik PAUSE pada pemutar video YouTube, lalu mengecilkan volume suara pada Rhythmbox sebelum anda melanjutkan pemutaran video di YouTube tersebut. Apakah anda pernah mengalami kasus seperti itu? Ya, kasus di mana anda menjalankan beberapa aplikasi yang mengeluarkan suara dan mereka mengalami konflik karena “bersuara” secara bersamaan.

Kini tersedia sebuah aplikasi kecil untuk membantu anda mengatasi masalah tersebut, yaitu Ear Candy. Pada kasus yang saya sebutkan di atas, setelah anda mengklik tautan YouTube dan video mulai diputar, Ear Candy akan secara otomatis mengecilkan volume suara lagu pada Rhythmbox secara perlahan (fade-out) dan memperbesar volume suara (fade-in) video YouTube yang sedang aktif. Ya, anda tidak perlu lagi repot-repot membuka Rhythmbox dan mengecilkan volumenya secara manual.

Continue reading ‘Ear Candy: Mengatasi Konflik Suara antar Aplikasi pada Ubuntu’ »

Related Posts:

Quickly: Mempercepat Pengembangan Aplikasi pada Ubuntu

Logo Quickly

Logo Quickly

Baru-baru ini, Canonical meluncurkan proyek baru yang diberi nama Quickly. Proyek (aplikasi?) ini bertujuan untuk membuat proses pengembangan aplikasi PythonGTK+ menjadi lebih sederhana, lebih mudah, dan lebih cepat. Quickly sebenarnya merupakan framework berbasis command-line untuk menyunting kode program, menangani sistem kontrol versi aplikasi, membuat paket instalasi, hingga rilis aplikasi.

Pembuatan aplikasi dengan Quickly

Pembuatan aplikasi dengan Quickly

Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai Quickly, anda bisa membaca artikel dari Ars Technica ini. Kalau tertarik, anda juga bisa mengunjungi situs Launchpad resmi Quickly di sini. Saya sendiri belum sempat mencoba Quickly, karena sampai saat ini rilis yang tersedia hanya untuk Ubuntu 9.10 Karmic Koala versi alpha/beta. ^^

Related Posts:

Netbook dari Nokia: Booklet 3G

Nokia Booklet 3G

Nokia Booklet 3G

Rumor bahwa Nokia sedang mengembangkan netbook akhirnya terbukti. Ya, Nokia mengumumkan bahwa mereka akan merilis Nokia Booklet 3G, sebuah perangkat yang mereka sebut sebagai mini laptop (baca: netbook). Nokia sudah memberitahukan sedikit informasi mengenai spesifikasi netbook tersebut, antara lain: prosesor Intel Atom, WiFi, layar 10,1 inci, port HDMI, Bluetooth, slot kartu SD, dan webcam. Selain itu, Nokia juga menambahkan beberapa fitur yang cukup menarik, yaitu kemampuan 3G/HSPA dengan slot kartu SIM hot-swap dan fitur GPS dengan Ovi Maps. Untuk baterai Booklet 3G, Nokia mengklaim daya tahan hingga 12 jam untuk penggunaan normal, sebuah nilai yang cukup ekstrim untuk sebuah laptop. Untuk sistem operasi, kabarnya Nokia akan menggunakan Windows 7 pada Booklet 3G ini.

Berikut video Booklet 3G dari Nokia:

Nokia belum mengumumkan kapan Booklet 3G dirilis dan berapa harganya. Untuk informasi lebih lengkap dan fotonya, silakan baca di sini.

Related Posts:

Screenshot Google Chrome OS

Screenshot Google Chrome OS?

Screenshot Google Chrome OS?

Baru-baru ini, ada seseorang yang membocorkan screenshot Google Chrome OS, tetapi belum bisa dipastikan apakah screenshot tersebut asli/resmi atau tidak. Sebelumnya ada juga yang melakukan hal serupa, tetapi belakangan diketahui bahwa screenshot tersebut palsu. Sistem operasi buatan Google yang kabarnya berbasis Linux ini memang membuat banyak orang penasaran (termasuk saya). ^^

Untuk melihat screenshot lengkapnya, silakan langsung ke TKP. ^^

Related Posts: