Pengalaman Instalasi Ubuntu 9.10 Karmic Koala
Oct 31
Linux, Self, Technology karmic, ubuntu View Comments
Karena kesibukan saya hari Jumat kemarin, maka saya baru ada waktu untuk menulis artikel mengenai pengalaman saya dalam melakukan instalasi Ubuntu 9.10 Karmic Koala (selanjutnya disebut sebagai “Karmic”). Sama seperti saat saya melakukan instalasi Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope 6 bulan lalu, kali ini saya juga menggunakan metode instalasi dengan USB flashdisk (UFD).
OK, saya sudah memiliki berkas ISO Karmic, sekarang saatnya mempersiapkan UFD Transcend 8GB saya untuk dijadikan “installer” Karmic. Sebenarnya panduannya sudah ada pada wiki resmi Ubuntu, tetapi saya akan menuliskan langkah-langkahnya lagi dengan screenshot, sesuai dengan pengalaman saya. ^^
Pertama, saya melakukan format pada UFD dengan sistem berkas FAT32. Setelah itu saya mengunduh aplikasi UNetbootin untuk membantu dalam pembuatan UFD menjadi installer/Live CD Karmic. Setelah proses unduh selesai, saya menjalankan aplikasi tersebut.

Tampilan UNetbootin
Saya memilih Diskimage | ISO dan memuat berkas ISO Karmic (Ubuntu 9.10) yang baru saja saya unduh. Setelah itu saya memilih Type: USB Drive dan memilih huruf drive UFD saya (drive I pada sistem saya). Setelah itu, saya tekan OK untuk memulai proses “pembuatan” UFD menjadi installer/Live CD Karmic.
Setelah proses tersebut selesai, saya membuka isi UFD anda tersebut. Lalu saya ubah nama berkas SYSLINUX.CFG menjadi SYSLINUX.OLD.

Ubah nama berkas SYSLINUX.CFG menjadi SYSLINUX.OLD
Setelah itu, saya masuk ke dalam direktori/folder isolinux dan mengubah nama 2 berkas:
- Berkas ISOLINUX.CFG menjadi SYSLINUX.CFG
- Berkas ISOLINUX.BIN menjadi SYSLINUX.BIN

Ubah nama berkas ISOLINUX menjadi SYSLINUX
Setelah itu, saya kembali ke direktori sebelumnya, dan mengubah nama direktori isolinux menjadi syslinux.

Ubah nama direktori "isolinux" menjadi "syslinux"
Setelah itu, dengan UFD tetap terpasang pada laptop dan saya lakukan restart. Saya masuk ke konfigurasi BIOS laptop dan mengatur agar sistem dapat melakukan booting dari perangkat USB. Setelah itu, laptop kembali saya restart, dan saya sampai ke layar menu instalasi Karmic. Saya memilih opsi “Check Disk for Defects” untuk memastikan bahwa berkas Karmic dalam UFD saya tidak ada yang rusak atau terkorupsi.
Lalu saya disambut dengan layar splash baru Karmic, dan masuk ke dalam aplikasi pemandu instalasi Karmic. Seperti biasa, saya mengisi berbagai informasi umum sistem seperti bahasa, layout keyboard, dan zona waktu. Karena saya berencana melakukan instalasi bersih (bukan upgrade), saya memilih “Advanced Partitioning” (saya agak lupa nama menunya, yang pasti ini opsi terakhir/paling bawah) untuk mengatur partisi secara manual. Sama seperti pada Jaunty, saya mengalokasikan 1GB untuk partisi swap dan sisanya untuk partisi root dengan sistem berkas Ext4.
Setelah pengaturan partisi, saatnya memasukkan informasi mengenai akun. Ada opsi baru di sini, yang terletak di bagian paling bawah, yaitu “Require my password to log in and to decrypt my home folder“. Dengan memilih opsi ini, direktori/folder home anda akan dienkripsi, sehingga anda bisa lebih aman dalam menyimpan data-data pribadi dan rahasia pada direktori home anda. Ya, untuk “membuka” (decrypt) direktori home anda, maka anda harus melakukan log in ke dalam sistem terlebih dahulu. Dengan demikian, direktori home anda akan lebih aman, karena tidak dapat diakses dengan cara lain, termasuk dari sistem operasi lain. Pilihan ini murni opsional bagi anda. Secara default, Karmic memilihkan opsi kedua (tanpa enkripsi pada direktori home).
Setelah itu, saya tinggal mengklik NEXT hingga proses instalasi dimulai. Progress bar mulai berjalan … dan kira-kira 10 menit kemudian, instalasi sudah selesai!! Pemandu instalasi Karmic meminta sistem untuk di-restart. Saya cabut UFD saya dari laptop, dan saya menekan ENTER untuk melakukan restart.
Saya disambut dengan layar GRUB baru. Hmm … bukan GRUB versi 2 yang ditampilkan, melainkan … GRUB 1.97 beta. OK, tidak masalah, saya langsung memilih opsi teratas (pasti donk … ^^). Layar splash Karmic yang baru tampil lagi … dan sekitar 10 detik kemudian saya sudah masuk ke layar log in. Setelah mengetikkan informasi akun dan menekan ENTER, saya hanya menunggu sekitar 8 detik untuk masuk ke dalam desktop. Wow … cukup cepat dibandingkan dengan Jaunty. Berikut layar desktop Karmic saya pertama kali.

Layar desktop Karmic pertama kali
OK, sekian dulu artikel saya mengenai instalasi Karmic. Selanjutnya, saya akan menulis tentang pengalaman hari pertama bersama Karmic. Stay tuned. ^^
RSS
Twitter
Facebook









