Tadi saya iseng mencari artikel mengenai Tunjungan Plaza (TP) di Google. Pada awalnya, saya ingin tahu apakah TP memiliki situs resmi atau tidak. Salah satu hasil pencarian dengan kata kunci “Tunjungan Plaza” di Google mengacu ke situs resmi Surabaya. Artikel tersebut dibuat oleh Badan Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dan “diterjemahkan” dalam bahasa Inggris. Mengapa saya memakai tanda kutip pada kata “diterjemahkan”? Karena terjemahan bahasa Inggris pada artikel tersebut menurut saya sangat buruk dan saya rasa terjemahannya menggunakan sebuah perangkat lunak penerjemah otomatis dari versi bahasa Indonesianya.

Saya merasa malu sekaligus prihatin membaca artikel “terjemahan” ini, karena situs tersebut merupakan situs pariwisata Surabaya, yang juga dapat dibaca oleh para turis mancanegara. Menurut saya, hal tersebut menunjukkan ketidakseriusan dan kurang profesionalnya pemkot Surabaya dalam mempromosikan pariwisata di ibukota Jawa Timur ini. Kalau bisa sih, saya ingin menyarankan pemkot untuk bekerja sama dengan salah satu lembaga bahasa di Surabaya untuk menerjemahkan artikel-artikel di situs pariwisata Surabaya ini. ^^

Related Posts:

  • No Related Posts